MAKALAH
GIZI
SEIMBANG BAGI BALITA

Dosen
Pembimbing : Saiful Ansori
S.GZ
Disusun
Oleh:
1. Nuzul
Farida
2. Siti
Ainur Rahmah
3. Solehati
Nur Fadilah
4. Tutik Dyah Ayu W
D
III KEBIDANAN
STIKES
HAFSYAWATI ZAINUL HASAN GENGGONG
TAHUN
AKADEMI 2013/ 2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulilahirobil’ alamin. Segala
puji bagi Tuhan, yang tiada Tuhan selain diri-Nya yang menguasai alam semesta
ini dan telah melimpahkan rahmat dan hidaya-Nya
kepada kita semua, sehingga dengan ijin-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini.
Penyusunan makalah ini tidak akan
terlaksana tanpa bimbingan, bantuan, dan pengarahan dari semua pihak. Untuk itu
pada kesempatan kali ini Penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
Dengan segala kerendahan hati Penulis menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu Penulis mengarapkan kritik saran dan
evaluasi yang membangun dari pembaca demi peningkatan makalah ini.
Probolinggo, 20
Februari 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ................................................................................ 1
B. Tujuan
dan Manfaat ........................................................................ 2
C. Rumusan
Masalah ........................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Prinsip
Gizi Bagi Balita................................................................... 3
B. Cara
Pengelola Makanan Bagi Balita ............................................. 7
C. Faktor
Yang Mempengaruhi Pemberian Makanan.......................... 8
D. Pengaruh
Status Gizi Terhadap Balita ............................................9
E. Menu
Seimbang Bagi
Balita............................................................11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
..................................................................................... 12
B. Saran................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA
.................................................................................. 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ciri anak sehat dapat dilihat dari segi fisik dan tingkah lakunya. Anak
yang sehat akan merasa senang apabila diajak bermain, periang, mempunyai tubuh
yang proporsional, dan penuh dengan semangat. Ia pintar bersosialisasi dengan
yang lain. Kesehatan tubuh anak sangat erat kaitannya dengan makanan yang
dikonsumsi. Banyaknya zat-zat tidak baik yang masuk ke dalam tubuh melalui
makanan sangat mempengaruhi kesehatan. Oleh karena itu, kita harus selalu
menjaga pola makan. Melalui tulisan ini, saya akan menjabarkan mengenai manfaat
pemenuhan gizi pada balita, macam-macam gizi yang diperlukan oleh anak
sekaligus bahan makanan yang mengandung zat tersebut, dan contoh makanan yang
layak untuk dikonsumsi untuk pemenuhan gizi.
Setiap ibu
mendambakan seorang anak yang sehat, namun beberapa dari mereka tidak
mengetahui mengenai gizi-gizi yang harus dipenuhi seorang anak agar dapat
berkembang dengan baik. Mereka hanya menyediakan makanan, yang seharusnya
menjadi sumber gizi bagi tubuh, dengan kurang berhati-hati. Beberapa faktor
yang menyebabkan banyaknya masalah yang timbul mengenai gizi buruk pada balita
adalah faktor ekonomi, lingkungan, dan ketidaktahuan orangtua. Keterbatasan
ekonomi sering dijadikan alasan untuk tidak memenuhi kubutuhan gizi pada anak,
sedangkan apabila kita cermati, pemenuhan gizi bagi anak tidaklah mahal,
terlebih
lagi apabila dibandingkan dengan harga obat yang harus dibeli ketika berobat di Rumah Sakit.
lagi apabila dibandingkan dengan harga obat yang harus dibeli ketika berobat di Rumah Sakit.
Lingkungan yang
kurang baik juga dapat mempengaruhi gizi pada anak, sebagai contohnya,
seringnya anak jajan sembarangan di tepi jalan, karena melihat teman-temannya
yang juga sedang jajan sembarangan. Faktor yang paling terlihat pada lingkungan
masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi-gizi yang harus
dipenuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya justru membelikan makanan
yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut mengandung
gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan sehat
yang mengandung banyak gizi.
B.
Tujuan dan Manfaat
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah
1.
Memberitahukan bahwa gizi sangat penting bagi kesehatan tubuh.
2.
Memberitahukan kepada para ibu dan calon ibu untuk
berhati-hati dalam memilih
makanan untuk anak – anaknya.
3.
Memberitahukan pada masyarakat bahwa gizi merupakan suatu kebutuhan yang
mendesak bagi tubuh sehingga harus dipenuhi agar tubuh menjadi tetap sehat.
C.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana prinsip gizi seimbang bagi balita ?
2.
Bagaimana cara pengolahan makanan bagi balita ?
3.
Faktor - faktor apa saja yang mempengaruhi pemberian makanan bagi balita ?
4.
Bagaimana pengaruh status gizi seimbang bagi
balita ?
5.
Bagaiman menu seimbang bagi balita ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Prinsip
Gizi Bagi Balita
Masa balita
adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak
balita ibu telah siap menghadapi berbagai stimuli seperti belajar berjalan dan
berbicara lebih lancar.
Perlunya
perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa
kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible
(tidak dapat pulih).
Ada usia balita
juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang mengandung zat-zat gizi yang
dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan seimbang pada usia ini perlu
diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai lanjut.
Setelah anak berumur satu tahun menunya harus bervariasi untuk mencegah
kebosanan dan diberi susu, serealia (seperti bubur beras, roti), daging, sup,
sayuran dan buah-buahan. Makanan padat yang diberikan tidak perlu di blender
lagi melainkan yang kasar supaya anak yang sudah mempunyai gigi dapat belajar
mengunyah.
Kecukupan gizi:
Golongan umum: 1-3 tahun → BB 12 kg, TB 89 cm, Energi 1220 Kkal, Protein 23
gram
4-6 tahun → BB 18 kg, TB 108 cm, Energi 1720 Kkal, Protein 32 gram
Anak dibawah lima tahun (balita) merupakan kelompok yang menunjukan
pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang tinggi
setiap kilogram berat badannya. Anak balita justru merupakan kelompok umur yang
paling sering menderita akibat kekurangan gizi. Bila mengalami gizi buruk
balita maka perkembangan otaknya pun kurang dan itu akan berpengaruh kepada
kehidupannya di usia sekolah dan pra sekolah.
Melaksanakan pemberian makanan yang sebaik-baiknya kepada bayi dan balita
yang bertujuan sebagai berikut:
1.
Memberikan nutrien yang cukup untuk kebutuhan,
memelihara kesehatan dan memulihkannya jika sakit, melaksanakan berbagai jenis
aktivitas, pertumbuhan dan perkembangan jasmani serta psikomotorik.
2.
Mendidik kebiasaan yang baik tentang memakan, menyukai
dan menentukan makanan yang diperlukan.
Adapun
Prinsip Gizi Seimbang bagi balita :
a)
Air
Bayi yang menyusu pada ibunya masukkan air
rata-rata:
Trimester
|
Kebutuhan (ml/kg BB/hari)
|
I
|
175-200
|
II
|
150-175
|
III
|
130-140
|
IV
|
120-140
|
b)
Energi
Menurut FAO/WHO 1971
Umur
|
Kebutuhan Energi (Kal/kg BB/hari)
|
3 bulan
|
120
|
3-5 bulan
|
115
|
6-8 bulan
|
110
|
9-11 bulan
|
105
|
Diatas 1 tahun
|
112
|
1-3 tahun
|
101
|
4-6 tahun
|
91
|
c)
Protein
Umur
|
Kebutuhan Protein (g/kg BB/hari)
|
6-11 bulan
|
3,5-2,0
|
1-3 tahun
|
2,5-2,0
|
4-6 Tahun
|
3,0
|
d)
Lemak
Pada masa bayi dan balita lemak masih dianggap tidak perlu dalam jumlah
banyak kecuali asam lemak essensial (asam lenoleat dan arakidonat). Lemak yang
mengandung asam lemak essensial bila kurang dari 0,1 % akan mengakibatkan
gangguan seperti kulit bersisik, rambut mudah rontok dan hambatan pertumbuhan. Maka dianjurkan
sekurang-kurangnya 1% kalori yang berasal dari asam lenoleat.
e)
Karbohidrat
Rekuiremen karbohidrat belum diketahui dengan pasti. Bayi yang menyusu pada
ibunya mendapat 40 % kalori dari laktosa. Pada usia yang tua kalori dan hidrat
arang bertambah jika bayi telah diberikan makanan lain terutama yang mengandung
banyak tepung misalnya bubur susu dan nasi tim.
f)
Vitamin dan mineral
|
Ca
|
Fe
|
Vit A
|
Vit B1
|
Vit B12
|
Vit B6
|
Vit C
|
Vit D
|
6-11 bln
|
0,6 gr
|
8 gr
|
1200 mg
|
0,4 mg
|
0,5 mg
|
6 mg
|
25 mg
|
400 unit
|
1-3 th
|
0,5 gr
|
8 gr
|
1500 mg
|
0,5 mg
|
0,7 mg
|
8 mg
|
30 mg
|
|
4-6 th
|
0,5 gr
|
10 gr
|
1800 mg
|
0,6 mg
|
0,9 mg
|
9 mg
|
40 mg
|
|
1. Gizi Seimbang Bagi Balita
Seorang anak yang sehat akan tumbuh dan berkembang dengan normal. Secara fisik,
anak sehat dapat dilihat dari naiknya berat badan dan tinggi badan yang teratur
dan proporsional. Kesehatan seorang balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang
terserap didalam tubuh. Sehat tampak aktif, gesit dan
gembira serta mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kesehatan seorang
balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang terserap didalam tubuh. Meskipun
kekurangan gizi bukan merupakan hal baik bagi balita, bukan berarti apabila
seorang balita diberikan asupan gizi secara berlebih (misalnya memberikan
berbagai pil vitamin) akan membuat tubuhnya menjadi kebal terhadap berbagai
penyakit. Tubuh balita justru akan mengalami kehilangan kemampuan untuk
’membentengi’ tubuh, sehingga mempermudah masuknya penyakit.
Sejak masa kanak-kanak, otak manusia sudah mempunyai dendrit yang berfungsi
untuk mengantarkan rangsangan. Lebih banyak dendrit yang terbentuk dalam otak
berarti lebih banyak sinapsis yang berkempuan dalam belajar. Jika pada puncak
pembentukan dendrit gizi yang tersedia tidak cukup maka jumlah sinapsis yang
terbentuk akan berkurang sehingga mengakibatkan fungsi mentalnya berkurang
seperti: daya ingat dan kapasitas belajar kurang. Pada anak usia dua sampai
tiga tahun mulai mendapatkan masukan gizi-gizi yang khusus, seperti seng dan
vitamin A.
2. Tujuan Gizi Bagi Balita
a.
Memberitahukan bahwa gizi sangat penting bagi kesehatan tubuh.
b.
Memberikan pada ibu dan calon ibu untuk berhati-hati dalam pemilihan
makanan untuk sang buah hati.
c.
Memberitahukan pada masyarakat bahwa gizi merupakan suatu kebutuhan yang
mendesak bagi tubuh sehingga perlu dipenuhi agar tubuh menjadi sehat.
d.
Menjelaskan berbagai faktor fisiologis yang
mempengaruhi keadaan gizi anak balita.
e.
Menyebutkan kebutuhan berbagai zat gizi terhadap perkembangan berbagai
organ tubuh anak balita.
f.
Menjelaskan faktor di masyarakat yang dapat
mempengaruhi keadaan gizi anak balita.
g.
Menjelaskan pengaruh faktor sosioekonomi orangtua pada
keadaan gizi anak balita.
h.
Menjelaskan pengaruh faktor pendidikan orangtua pada
keadaan gizi anak balita.
i.
Menyebutkan masalah perkembangan tubuh pada anak
balita.
B.
Cara Mengelola Makanan Bagi Balita
Pemberian
makanan pada balita, sebagaimana halnya kelompok usia lain yang lebih tua,
harus memenuhi kebutuhan balita itu, yang meliputi kebutuhan kalori serta
kebutuhan zat-zat gizi utama yang meliputi 5 komponen dasar, yakni hidrat
arang, protein, lemak, mineral dan vitamin (termasuk air dalam jumlah yang
cukup). Kesemua zat gizi ini memiliki fungsi masing-masing, serta harus
terdapat secara bersamaan pada suatu waktu.
Pemberian
makanan balita sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang telah
dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima oleh bayi, dan
dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga.
Pemberntukan
pola makanan perlu diterapkan sesuai pola makanan keluarga. Peranan orang tua
sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu dalam
hal ini harus mengetahui, mau dan mampu menerapkan makan yang seimbang atau
sehat dalam keluarga karena anak akan meniru perilaku makan dari orang tua dan
orang-orang disekelilingnya dalam keluarga.
Makanan selingan
tidak kalah pentingnya dengan apa yang diberikan pada jam diantara makanan
pokoknya. Makanan selingan dapat membantu jika anak tidak cukup menerima porsi
makan karena anak susah makan. Namun pemberian yang berlebihan pada makanan
selingan pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.
Jenis makanan
selingan yang baik adalah yang mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber
karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, seperti arem-arem nasi isi daging
sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi ragout ayam sayuran, pizza dan
lain-lain.
Fungsi makanan selingan adalah :
1.
Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan
selingan.
2.
Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan utamanya (pagi,
siang, dan malam).
3.
Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktifitas anak pada usia balita.
Ciri-ciri gizi buruk :
1.
Kurus, rambut kemerahan.
2.
Perut kadang-kadang buncit.
3.
Wajah konfase (cekung) untuk monkey fase (keriput).
4.
Cengeng.
5.
Kurang respons.
C.
Faktor – faktor Yang
Mempengaruhi Pemberian Makanan
1. Pengaruh ibu : Kurangnya pengetahuan
ibu dan keterampilan yang
mempengaruhi gizi di bidang memasak, konsumsi
anak, keragaman bahan makanan.
2. Prasangka buruk : Anggapan terhadap
jenis makanan tertentu yang bisa mempengaruhi gizi,
misalnya anggapan terhadap anak kecil yang suka makan ikan bisa menyebabkan
cacingan.
3. Pantangan : Pantangan
terhadap makanan tertentu yang telah
menjadi kebiasaan yang mempengaruhi gizi, misal pantangan terhadap anak yang
suka makan daging yang biasanya yang terjadi di daerah pedesaan.
4. Kesukaan yang berlebihan : Kesukaan
yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan tertentu yang mengakibatkan tubuh tidak
memperoleh semua zat gizi yang diperlukan. Misal kesukaan yang berlebihan
terhadap coklat.
5. Jarak kelahiran yang terlalu cepat :
Jarak antara dua
kelahiran yang terlalu rapat
yaitu kurang dari
1 tahun.
6. Sosial ekonomi : Tingkat penghasilan
keluarga yang mempengaruhi status
gizi kurang pada balita yang dihubungkan dengan jumlah anggota keluarga.
7. Penyakit pada anak : Penyakit yang
diderita pada anak yang menyebabkan terganggunya status
gizi balita.
D.
Pengaruh Status Gizi Terhadap Balita
Kesehatan
seorang balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang terserap didalam tubuh.
Kurangnya gizi yang diserap oleh tubuh mengakibatkan mudah tersrang penyakit,
karena gizi memberi pengaruh yang besar terhadap kekebalan tubuh.
Beberapa
penyakit yang timbul akibat kurangnya gizi antar lain diare, disentri, gondok,
busung lapar. Defisiensi Kurang Kalori Protein (KKP), Defisiensi Vit. A,
Defisiensi Yodium, Anemia, Marasmus, Kwashiorkor dan beberapa penyakit lainnya.
Gizi bukan hanya
mempengaruhi kesehatan tubuh, tetapi dapat juga mempengaruhi kecerdasan.
Apabila gizi yang diperlukan oleh otak tidak terpenuhi, otak akan mengalami
pengaruh sehingga tidak dapat berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi
genetiknya.
1.
Tingkat Pendidikan Orang Tua
Orang tua yang memiliki tingkat
pendidikan yang tinggi akan lebih memahami makanan dan memiliki makanan yang
baik untuk anak balita.
2.
Sosial Budaya
Ada sebagian masyarakat yang
mempunyai adat istiadat tertentu terutama tentang pemberian makanan yang boleh
dan tidak boleh. Misalnya, tidak boleh makan telur jika ada luka, karena akan
menyebabkan terjadinya pembusukan pada luka dan lain sebagainya. Seharusnya
telur merupakan sumber gizi yang tnggi kadar protein dan baik untuk penyembuhan
luka.
3.
Serat Makanan
Serat baik untuk kesehatan
pencernaan. Anak-anak yang diberi makanan yang berserat akan baik untuk untuk
kesehatan dan pertumbuhannya.
4.
Kemudahan Cerna
Nutrient dalam bahan makanan yang
lazim tersedia biasanya mudah dicerna. Persentase nutrien yang dapat
diasimilasi dalam sebagian besar bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari
cukup tinggi, misalnya untuk karbohidrat 97% dan lemak 95%. Walaupun demikian
beberapa faktor dapat dipengaruhi proses kemudahan cerna tersebut, diantaranya
cara menyimpan, mengolah dan memasak bahan makanan, serta terdapatnya bahan
senyawa lain secara bersamaan.
5.
Rasa Kenyang
Selain terhadap kepuasan dan
terpenuhnya rasa kenyang, pemberian makanan harus dapat pula memenuhi
persyaratan segi kesehatan. Beberapa jenis makanan mempunyai nilai rasa kenyang
yang tinggi, berarti cepat memberikan rasa kenyang, seperti susu, telur,
makanan yang berlemak. Sedangkan roti, kentang, daging tanpa lemak, ikan, sayur
buah mempunyai nilai rendah.
6.
Sumber Makanan
Tersedianya makanan sangat
mempengaruhi status gizi seseorang. Semakin sulit atau jauh mendapat makanan
yang mengandung gizi akan semakin sulit juga bagi seseorang untuk mendapatkan
makanan yang mengandung cukup gizi atau gizi yang baik.
E.
Menu Seimbang Bagi Balita
1.
Karbohidrat
Seperti nasi, roti, sereal, kentang atau mie.
2.
Buah dan Sayur
Seperti pisang, pepaya, jeruk, tomat, dan wortel.
Jenis sayuran beragam mengandung zat gizi yang berbeda.
3.
Susu dan Produk Olahan Susu
Susu pertumbuhan, produk olahan susu seperti susu dan
yoghurt. Pastikan balita ibu mendapatkan asupan kalsium yang cukup dan konsumsi
susunya.
4.
Protein
Seperti ikan, susu, daging, telur, dan kacang-kacangan.
5.
Lemak dan Gula
Seperti yang terdapat dalam minyak, santan, dan
mentega, roti, dan kue juga mengandung Omega 3 dan 6 yang penting untuk
perkembangan otak.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Masa balita
adalah periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Pada masa ini otak
balita ibu telah siap menghadapi berbagai stimuli seperti belajar berjalan dan
berbicara dengan lancar. Pada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu
makanan yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. Makanan keseimbangan pada usia
dini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia dewasa sampai
lanjut.
Balita masih sangat
rawan terhadap berbagai macam penyakit. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan
tubuhnya belum benar-benar terbentuk. Oleh karena itu anak harus diberikan
asupan gizi yang cukup. Gizi tersebut akan membantu membentuk sistem kekebalan
tubuh yang kuat, sehingga anak tidak mudah sakit. Untuk menyediakan gizi yang
cukup bagi balita, hanya diperlukan menu sehat seimbang yang dikenal dengan
nama 4 sehat 5 sempurna yang terdiri atas nasi, lauk pauk, sayuran, buah-buahan
dan susu.
B.
Saran
1.
Bagi para ibu agar tetap menjaga kebutuhan gizi seimbang bagi balitanya.
2.
Bagi tenaga kesehatan, agar melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu pedesaan
akan perhitungannya pemenuhan gizi seimbang pada balita. Sebagai tenanga
kesahatan kita harus bisa memberikan
pengetahuan tentang gizi yang baik dan seimbang kepada para orang tua supaya
orang tua bisa memberikan gizi yang cukup bagi anak-anaknnya, sehingga balita
dengan gizi buruk akan semakin berkurang dan kualitas kesehatan masyarakat pun
akan semakin meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Djaelani, Ahmad Sediotama. 2002. Ilmu 9121. Jakarta.
Dian Rakyat Laksamana, Hendra T. 2005. Kamus Kedokteran. Jakarta : Djambatan.
Emawati F . , Yuniar R , Susilawati ,
Herman . 2000 . Kebutuhan Ibu Hamil Akan Tablet Besi Untuk Pencegahan Anemia .
Penelitian Gizi dan Makanan . Jilid 23 : 92
Libuae P . Perbaikan Gizi Anak Sekolah
Sebagai Investasi SDM . dalam Kompas 9 September 2002 .
Santosa, Sugeng. 2004. Kesehatan dan
Gizi. Jakarta: PT.Rieneka Cipta.
Syamsuri, Istamar. 2004. Biologi SMA
kelas XI. Jakarta: Erlangga.
thanks... sangat membantu